#AwayDay

Laga tandang lebih menggairahkan kami ketimbang bermain di rumah sendiri. Bertandang adalah waktu kami untuk merayakannya bersama-sama.

Rasanya seperti; Berkumpulnya para kawan mafioso-mafioso Italia dari berbagai penjuru dunia, pulang ke Sisilia untuk berpesta bersama kawan yang juga saudara!

Sing Sing So, Pesemes!

Iklan

Lelaki bulan Juni

Majuuuu terus Jokowi. Perjalananmu tak semulus 10 tahun si SBY. Tapi kami tahu kerjamu lebih pasti. Semoga Tuhan memberkati kita para lelaki bulan juni ini.

Menjauhlah dari kutu-kutu punggungmu. 

•Setu, Kab. Bekasi, 26 mei 2017

Surat Bung Tomo

Jeng Lies aku cinta padamu. nanti kalau perang sudah usai. Dan…Kita akan membuat Mahligai.

 Tak terlalu tinggi cita-citaku. Impianku kita punya rumah diatas gunung. Jauuuh dari keramaian. Rumah yang sederhana seperti pondok. Hawanya bersih, sejuk & pemandangannya Indah. Kau tanam bunga-bunga dan kita menanam sayur sendiri. aku kumpulkan muda-mudi kudidik mereka menjadi patriot bangsa,

Againts Modern Football… 


Football bukanlah sepakbola bagi mereka para petinggi sepakbola seluruh dunia ini. Iya, Mereka para konglomerat dan penguasa kelas dunia, football bukan hiburan, olahraga, apalagi budaya dan “agama”. Sepakbola sudah bukan menjadi suasana tawa, tangis dan haru lagi yang pantas dirayakan bersama. Karena bagi mereka yang berkuasa, football dan kita para supporters adalah kendaraan politik dan ladang uang yang dapat membuat mereka semakin berkuasa dan kaya raya.