Pantang Kalah!

Pemain dan pelatih gak boleh sombong memandang rendah lawan, karena dalam sepakbola apapun bisa terjadi selama 90 menit+. Sudah banyak klub yang coba coba sombong akhirnya jatuh

Beda dengan suporter, suporter gak boleh merendah, apapun cerita tujuan dari nonton pertandingan adalah melihat kemenangan. Kalau pun akhirnya KALAH, itu urusan belakang, yang penting KAMU harus percaya diri tim kamu bisa mengalahkan siapapun lawan yang nantang.

Hari Minggu giliran Persib kita libas di kandannya di GBLA.

#PSMSMedan #AyamKinantan #AwayDays #PialaPresiden2018 #RibakSude

Iklan

Ayam Jantan dari timur keok digombel Kinantan…

Ayam Jantan dari Timur keok digimbal Kinantan

16 Januari 201/GBLA/Pialapresiden

Good Job Kinantan, sukses merebut 3 poin pertama dari PSM Makasar. PSM hancur babak belur malam ini, babak pertama mungkin mereka pikir PSMS tim promosi ini bukan tandingan mereka, mereka sepele menurun pemain lapis kedua. Sepanjang babak pertama anak anak Makasar terkurung dan kalah cepat dari anak Medan. Bertahan habis-habisan dari gempuran Medan yang membabi buta. Sayang saja, penyelesaian akhir PSMS kalah jauh dibanding skill individu masing-masing pemain.

Dikurung, PSM sempat mengejutkan kami lewat gol curian dari si Guy itu. Cantik kali dia punya gol. Tendangan salto yang terukur mengejutkan Dika Bayangkara yang cuma bisa dia tak berkutik. Setelah Widodo, gol Guy juga gol terbaik dan terindah di Asia. Selamat Guy….

Meski tertinggal, anak Medan tetap tak patah semangat, permainan rap-rap, keras cepat dan Ngotot mereka terapkan membombardir pertahanan Makasar. Suhandi, Erwin dan Feet bergerak cepat merepotkan pemain-pemain Makasar. Di tengah, Kapten Legimin masih kuat menahan lawannya. Alwi Selamet masih seperti yang dulu, bermain bagus dan perannya malam tadi berguna untuk pertahanan dan lini serang Ayam Kinantan.

Amarzukih dan Jajang Sukmara yang berposisi di bek sayap PSMS malam tadi bermain diluar dugaanku. DJAJANG Sukmara berhasil memainkan permainan ngotot khas Medan menahan bule bule punya Makasar. Amarzukih, si kurus dari Jakarta itu visi bermainnya mendukung taktik CEPAT CEPAT CEPAT ala Djajang Nurjaman.

Antoni Nugroho, pemain jebolan Uruguay itu sukses unjuk gigi malam ini. Satu gol penentu kemenangan dari kakinya memang pantas, anak baru itu bermain bagus dan langsung cepat menyatu dengan permainan tim. Nilainya malam ini jauh mengungguli pemain asing PSMS Sadney marga Urikobh asal Namibia yang didatangkan pake uang banyak ke Medan.

Di babak kedua, pelatih PSM sadar, dia berhadapan dengan lawan yang bukan sembarang lawan, lawan yang ini punya semangat pantang kalah yang kami bilang Ribak SUDE! Semua kekuatan Makasar diturunkan demi mengejar ketertinggalannya mereka.

Tapi tak ada upaya berarti yang mereka lakukan, pemain asing ya g mereka datangkan mahal pun tak bergerak. Duet M.

Robby bek senior yang matang dan Reinaldo Lobo yang kuat membuat Makasar tak banyak berbuat. Kalaupun ada beberapa peluang berbahaya dari PSM di laga tadi, itu karena pemain PSMS cuma mencoba ngetest-ngetes serangan Makasar. Tapi kadang memang PSMS suka becanda menghibur lawannya, kadang pun mereka gampang terprovokasi dan ujung-ujungnya dapat kartu kuning yang gak penting. Dua inilah kelemahan anak anak Kebun Bunga kami ini.

Puas awak ahhhh…

•Syukurlah, selebrasi hormat gerak ditiap merayakan gol ke gawang lawan sudah tidak dipergunakan pemain PSMS lagi.

Sunda Connection dan Piala Presiden 18

SUNDA CONNECTION

COACH Djanur mencoba peruntungannya bersama pemain2 asal Jawa Barat penghuni Kebun Bunga pilihannya. Ada SUHANDI, Erwin Ramdani, Jajang Sukmara, Abdul Aziz (siapa lagi?) Sunda Connection, yang sejauh ini loyal bermain untuk PSMS Medan. Mereka meneruskan Boy Jati dan Usep Munandar, Sunda connection yang pernah sukses bersama PSMS, bukan cuma itu, orang Medan terang-terangan memuji loyalitas anak Jawa Barat itu di Medan.

Oumm Djajang datang lagi ke Bandung, di stadion yang sama malam ini beberapa bulan lalu di Bandung Jajang meraih sukses membawa PSMS promosi ke Liga 1. Minimnya gelontoran dana dari manajemen MUNGKIN satu alasan Oum itu tak mewah-mewah kali di bursa transfer. Skuadnya kali ini kami bilang masih kurang berbahaya dibanding 3 tim Liga 1 lain di Grup A Piala Presiden. Ada Persib tuan rumah kaya raya itu, ada Sriwijaya ada PSM Makasar.

Tapi bermain di Bandung, di tempat asalnya di Bumi Pasundan sana, pelatih jebolan Inter Milan punya kami ini berharap Tuah negeri Galuh besertanya. Di sana di stadion GLBA malam ini masih banyak mereka orang orang Bandung datang mendukung PSMS Dilaga yang kali ini melawan PSM Makasar, tim kuat dari timur yang musim lalu nyaris menjuarai Liga 1. Fans oum Djajang ada di stadion karena Djajang Nurjaman sang mantan yang masih mereka sayang. Tapi sayangnya Oum Djajang malam ini berwarna hijau, hijau Sumatera.

Ya, sebenarnya mereka masih sayang sama Om Djajang. Tapi sayang, Om Djajang lebih memilih PSMS Medan. Hehe

Ayo Pesemes Ribak SUDE Pantang Kalah!

#ribaksude #ayamkinantan #thekiller #pialapresiden2018

Darah Biru

PSMS bukan cuma kebanggaanku, tapi lebih dari itu dia sudah mengalir di dalam diriku. Mendukung PSMS Medan Saya termasuk Darah Biru, karena mengenal PSMS karena diwariskan, sejak kecil bapak saya sudah mengenalkan saya ke sepakbola Indonesia, dan PSMS Medan lah klubyang pertama.

#AwayDay

Laga tandang lebih menggairahkan kami ketimbang bermain di rumah sendiri. Bertandang adalah waktu kami untuk merayakannya bersama-sama.

Rasanya seperti; Berkumpulnya para kawan mafioso-mafioso Italia dari berbagai penjuru dunia, pulang ke Sisilia untuk berpesta bersama kawan yang juga saudara!

Sing Sing So, Pesemes!