Surat Pendekar Petir Menyambar kepada Perempuan Sendu

Sayangku yang manis, sayangku yang sendu. Hujan di luar keras sekali, tapi tak kudengar ada suara kilat petir menggelegar di langit. Kau tahu sayang? dalam hati aku tertawa, bagaimana mungkin petir muncul kalau dewa-nya sedang santai menikmati sebotol Bordeaux Red Wine hasil tangan-tangan  petani-petani anggur terbaik Prancis.

Setelah gelas ke 7, aku bercermin melihat wajahku memerah. Aku berbicara dengan bayanganku di cermin.

“Suatu hari nanti jika Tuhan berkehendak, di kala hujan deras di luar rumah kita, aku ingin menikmati wine denganmu. Dan membiarkanmu rebah mulus di dadaku yang bidang”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s