Kecoa, Bunga Kertas, Bantal Ajaib dan Perempuan itu

28 februari 2016

Tidur siangku tiba-tiba tersentak gara-gara ada dua kecoa melintasi hidungku. Baunya menyengat membangunkan aku yang sedang bermimpi saat itu.

Aku ingat, aku mimpi, saat itu aku sedang letih dan tidur di teras rumah seorang perempuan yang tak mungkin kusebutkan namanya di sini. Rumah perempuan itu sebenarnya bukan di sini. Tapi dalam mimpi ini, dia tinggal di rumah di sebelah rumah mamakku di Siantar. Di sebelah masjid. Tapi suasana rumah itu seperti suasana sebalah rumah kami yang dulu, di masa kecilku. Sekarang rumah itu masih tetap begitu, yang beda hanya tidak bisa lagi di pandang langsung dari rumahku, sebab tanah kosong pas di sebelah rumah kini sudah dibangun ruko.

Di teras rumah gadis itu sama seperti kamar. Ada kasur empuk lengkap dengan bantal dan selimut. Di teras itu juga ada banyak jenis bunga yang tumbuh (peliharaan perempuan itu) aku lupa jenis jenisnya, yang aku ingat ada satu bunga Bougenville putih yang sedang mekar.

Aku akan menunjukkan keberadaan rumah itu kalau ada diantara kalian yang berkesempatan mengunjungi rumah mamakku.

Yang aneh dalam mimpi ini, aku terkejut terheran-heran melihat ada tumbuhan yang tumbuh di bantalnya. tiga daun bunga suplir tumbuh di sudut sudut bantal (bayangkan tembok batu yang lembab yang ditumbuhi tumbuhan liar) aku sempat menjepretnya pake kamera ponselku untuk kukirimkan kepada gadis pemilik rumah itu yang saat di mimpi itu dia sedang bekerja. Aku berencana menunjukkan ke anehan yang ada di bantalnya. Tapi niatku kutunda, aku ingin menunjukkannya secara langsung setelah dia sampai di rumah.

Kemudian ada adegan lain di dalam mimpiku. Tentang bunga Bogenville (kertas) yang mitosnya, jika memiliki anak gadis yang sudah dewasa janganlah memelihara bunga kertas di depan rumah. sebab, ada yang bilang si bunga akan menyerap aura kecantikan si gadis sehingga anak gadisnya akan lama menikah.

Perempuan itu aku kenal dan rumahnya jauh sekali dari rumahku. Tapi dalam mimpi semua yang aneh bisa terjadi, termasuk ternyata dia tinggal di sebelah rumahku.

Sampai akhirnya aku tersentak dan terbangun dari tidur siangku. Di dalam mimpiku, aku tak sempat menujukkan ke gadis itu tentang bunga di bantalnya itu. aku pun tak sempat menyampaikan tentang bougenville putih yang sedang mekar di teras rumahnya itu.

 Dua kecoak yang melintasi wajahku tadi  sudah mati kuinjak-injak.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s